Menakar Kualitas Pelayanan Pasien di RSUD: Antara Harapan dan Kenyataan

    Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak-hak pasien, rumah sakit dituntut untuk tak hanya menyembuhkan penyakit, tapi juga memberikan pelayanan yang cepat, nyaman, dan manusiawi. Namun kenyataannya, masih banyak pasien yang merasa pengalaman mereka di rumah sakit belum sesuai harapan, terutama dalam hal komunikasi, waktu tunggu, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan medis.

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) X dengan tujuan mengevaluasi kualitas pelayanan pasien, khususnya pada layanan rawat jalan. Sebanyak 150 pasien dilibatkan dalam survei menggunakan model SERVQUAL, yang menilai lima aspek utama: bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Selain itu, dilakukan juga wawancara mendalam dengan pasien, keluarga, dan tenaga medis untuk menggali pengalaman yang tak tertangkap lewat angka.


Apa Temuannya?

    Secara umum, pasien menilai pelayanan cukup memuaskan, dengan skor rata-rata 3,6 dari 5. Dua hal yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien adalah empati dan ketanggapan. Pasien merasa lebih nyaman saat tenaga medis bersikap ramah, mau mendengarkan, dan memberikan penjelasan dengan jelas.

    Namun, masih ada catatan penting. Waktu tunggu yang panjang dan minimnya fasilitas ruang tunggu jadi keluhan utama. Beberapa pasien juga merasa tidak cukup diberi informasi mengenai hasil pemeriksaan atau tindakan lanjutan.


Apa yang Bisa Diperbaiki?

  Berdasarkan temuan, ada tiga hal utama yang bisa menjadi fokus perbaikan:

  1. Peningkatan pelatihan komunikasi bagi tenaga kesehatan agar lebih empatik dan informatif.
  2. Perbaikan sistem antrean dan informasi digital, agar pasien lebih mudah mengakses jadwal dan hasil pemeriksaan.
  3. Meningkatkan partisipasi pasien dalam proses pelayanan, sehingga mereka merasa lebih didengar dan dihargai.

    Penelitian ini menjadi pengingat bahwa kualitas layanan kesehatan tak hanya soal kecepatan atau teknologi, tapi juga soal sentuhan manusiawi. Dengan layanan yang lebih ramah, jelas, dan melibatkan pasien, rumah sakit bisa menjadi tempat yang lebih nyaman dan menyembuhkan—bukan hanya secara fisik, tapi juga emosional. 

Juni 20, 2025

Psikologi Penggunaan Smartphone pada Keputusan Perjalanan Wisata

   Di era digital seperti sekarang, smartphone telah menjadi perangkat yang tak terpisahkan dari genggaman kita sehari-hari, bahkan dalam urusan memilih tujuan wisata. Jauh sebelum koper dikemas atau tiket dipesan, ponsel pintar kita sudah menjelma menjadi asisten perjalanan pribadi yang sangat andal. Kemampuannya yang serbaguna memungkinkan kita untuk menjelajahi berbagai destinasi impian, membandingkan pilihan, dan merencanakan petualangan tanpa harus beranjak dari sofa. Ini adalah revolusi dalam cara kita berwisata, di mana informasi tak terbatas kini ada di ujung jari, mengubah seluruh proses pengambilan keputusan menjadi lebih efisien dan menyenangkan.


   Bagaimana smartphone berperan? Mulai dari fase inspirasi, kita bisa berselancar di media sosial seperti Instagram atau TikTok untuk menemukan tempat-tempat menawan yang viral, membaca ulasan dan rekomendasi dari blogger perjalanan, hingga menonton video YouTube tentang pengalaman orang lain. Aplikasi peta seperti Google Maps atau Waze tak hanya menunjukkan rute, tapi juga menampilkan foto-foto lokasi, ulasan pengunjung, bahkan informasi jam buka dan fasilitas. Platform pemesanan akomodasi dan tiket seperti Traveloka, Agoda, atau Tiket.com memungkinkan kita membandingkan harga, melihat ketersediaan, dan langsung melakukan reservasi dengan mudah. Tak jarang, fitur augmented reality (AR) pada beberapa aplikasi juga membantu kita memvisualisasikan tempat wisata sebelum berkunjung. Semua ini menunjukkan bahwa smartphone bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan kunci utama yang membuka gerbang ke dunia petualangan.


    Namun, tentu saja ada sisi yang perlu diperhatikan. Banjirnya informasi terkadang bisa menyebabkan overwhelm atau kebingungan. Oleh karena itu, kemampuan untuk memfilter dan memverifikasi informasi menjadi penting. Kita harus cerdas dalam memilah ulasan, mengecek kredibilitas sumber, dan tidak mudah tergiur hanya oleh visual yang menarik tanpa menggali detail lainnya. Meski demikian, tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran smartphone telah sangat mempermudah proses perencanaan wisata. Ia memberdayakan kita untuk menjadi perencana perjalanan yang lebih mandiri dan terinformasi, memastikan setiap petualangan yang dipilih benar-benar sesuai dengan keinginan dan harapan. Jadi, siapkan ponsel Anda, karena dunia menunggu untuk dijelajahi!  

Februari 15, 2024

Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Pada Keuangan UMKM

Era transformasi digital memaksa UMKM untuk segera beradaptasi agar tetap dapat bersaing di pasar global. Oleh karena itu, Dikara Institute bekerja sama dengan pemerintah kecamatan di Lhokseumawe menyelenggarakan pelatihan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen keuangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan, memperkenalkan teknologi manajemen keuangan digital, dan mendampingi pelaku UMKM dalam mengimplementasikan teknologi tersebut secara efektif.


Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan UMKM dapat mengoptimalkan pengelolaan keuangan usaha, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing mereka dalam pasar yang semakin kompetitif. Metode pelatihan meliputi pemaparan tentang pemanfaatan teknologi dalam manajemen keuangan, pembahasan mengenai tantangan yang sering dihadapi oleh UMKM dalam hal pengelolaan keuangan, serta penerapan langsung teknologi digital dalam praktik manajemen keuangan UMKM.     


Februari 15, 2024