Dikara Institute dan Pemkot Lhokseumawe Sepakat Perkuat Kapasitas SDM Lewat MoU Strategis

doc.dikara institute

Lhokseumawe – Dikara Institute dan Pemerintah Kota Lhokseumawe resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Kantor Wali Kota Lhokseumawe.

MoU ini menjadi tonggak awal sinergi antara lembaga pengembangan kapasitas dengan pemerintah daerah, dengan tujuan utama memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola pelayanan publik di Kota Lhokseumawe.

 

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup:

  • Pelatihan dan pengembangan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat desa;
  • Pendampingan program strategis berbasis data dan kebutuhan lokal;
  • Kolaborasi riset dan kajian kebijakan publik;
  • Edukasi masyarakat melalui program literasi digital, sosial, dan kewirausahaan.

 

Dalam sambutannya, Direktur Dikara Institute, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Lhokseumawe, turut mengapresiasi kerja sama ini dan berharap program yang dihasilkan dari MoU ini dapat mendorong inovasi serta mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di daerahnya. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal yang produktif dan berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem kolaboratif antara pemerintah daerah dan lembaga profesional berbasis pendidikan dan pelatihan.

Dikara Institute dan UniMAP Jalin Kerja Sama Strategis Lewat Penandatanganan MoU

Doc.Dikara Institute

Dikara Institute resmi menandatangani Nota Persefahaman (MoU) dengan Fakulti Kejuruteraan Teknologi Elektrik, Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) sebagai langkah awal dalam menjalin kolaborasi strategis di bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Penandatanganan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pengembangan kapasitas, khususnya dalam menjawab tantangan dunia industri dan teknologi yang terus berkembang.

Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan berbagai program bersama, seperti:

  • Pelatihan dan workshop berbasis teknologi dan inovasi;
  • Pengembangan kurikulum dan konten pelatihan yang aplikatif;
  • Riset terapan dan pengabdian kepada masyarakat;
  • Program pertukaran pengalaman antar tenaga ahli dan mahasiswa.

Direktur Dikara Institute, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam membangun jejaring lintas negara yang tidak hanya memperkuat kapasitas kelembagaan, tetapi juga memperluas dampak manfaat kepada masyarakat luas.

Sementara itu, perwakilan UniMAP menyambut baik kerja sama ini sebagai peluang untuk memperluas kolaborasi internasional dan memperkaya pengalaman akademik serta praktik bagi mahasiswa dan dosen di bidang kejuruteraan teknologi elektrik. MoU ini diharapkan menjadi fondasi awal dari berbagai program inovatif dan berdampak yang akan dikembangkan secara berkelanjutan di masa mendatang.

Pelatihan simulasi tanggap darurat kebakaran di SMA Lhokseumawe dan Aceh Utara

Pelatihan simulasi tanggap darurat kebakaran di SMA adalah kegiatan edukatif yang bertujuan untuk melatih siswa, guru, dan staf sekolah dalam menghadapi situasi kebakaran secara cepat, tepat, dan aman. Dalam pelatihan ini, peserta akan dikenalkan pada prosedur evakuasi, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta praktik langsung menghadapi skenario kebakaran buatan.

Mengapa Pelatihan ini Penting?

  • Meningkatkan kesiapsiagaan: Semua warga sekolah menjadi lebih siap menghadapi risiko kebakaran.
  • Mencegah kepanikan: Dengan latihan, peserta tidak mudah panik saat terjadi kondisi darurat.
  • Melindungi keselamatan jiwa: Evakuasi yang terorganisir dapat mencegah cedera atau korban jiwa.
  • Mengedukasi sejak dini: Menanamkan kesadaran keselamatan sejak masa sekolah.

Hasil apa yang kamu dapatkan?

  1. Peserta memahami jalur evakuasi dan titik kumpul aman.
  2. Siswa dan guru mampu menggunakan APAR dengan benar.
  3. Terbentuknya tim tanggap darurat sekolah yang terlatih.
  4. Warga sekolah lebih tanggap dan terkoordinasi saat terjadi kebakaran.
  5. Sekolah memiliki prosedur penanganan darurat yang teruji dan terdokumentasi.

Ingin tingkatkan kualitas diri atau institusi Anda?
Bersama Dikara Institute, kami hadir dengan pelatihan, pendampingan, dan solusi edukatif yang tepat sasaran dan berdampak nyata. Mari bertumbuh dan berdaya bersama!