Sosialisasi Penanganan Dini Kebakaran di Sekolah: Upaya Preventif di Lhokseumawe dan Aceh Utara

Lhokseumawe – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana kebakaran di lingkungan sekolah, kegiatan Sosialisasi Penanganan Dini Kebakaran resmi digelar di sejumlah sekolah di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara.

 

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara instansi pemadam kebakaran setempat, Dinas Pendidikan, dan mitra lembaga edukatif seperti Dikara Institute. Sosialisasi ini menyasar para siswa, guru, serta tenaga kependidikan, dengan tujuan membekali mereka pemahaman dasar tentang bahaya kebakaran dan langkah-langkah penanggulangan dini yang dapat menyelamatkan nyawa.

 

Materi Sosialisasi yang Disampaikan:

  • Pengenalan jenis-jenis kebakaran dan penyebabnya
  • Langkah evakuasi yang benar dan aman saat terjadi kebakaran
  • Simulasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR)
  • Pentingnya deteksi dini dan tata letak jalur evakuasi di sekolah

 

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga menghadirkan simulasi evakuasi darurat secara langsung yang dipandu oleh petugas profesional. Para siswa tampak antusias mengikuti praktik tersebut, menunjukkan tingginya minat dan kepedulian mereka terhadap pentingnya keselamatan bersama.

Menurut salah satu narasumber dari Dikara Institute, kegiatan ini bukan hanya sekadar sosialisasi, melainkan bentuk investasi jangka panjang untuk menciptakan budaya siaga dan tanggap bencana sejak usia sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan setempat mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus didorong dan diperluas cakupannya ke seluruh sekolah di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe sebagai bagian dari program sekolah aman bencana.

 

Harapan Ke Depan

Melalui sosialisasi ini, diharapkan setiap sekolah mampu membentuk tim tanggap darurat internal dan memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam menghadapi kebakaran, sehingga risiko korban jiwa dan kerusakan dapat diminimalkan semaksimal mungkin.

Dikara Institute dan PLN UP3 Lhokseumawe Jalin Kerja Sama untuk Peningkatan Kapasitas dan Literasi Energi

Lhokseumawe – Sebagai bentuk kolaborasi strategis antara sektor pendidikan dan sektor energi, Dikara Institute bersama PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lhokseumawe resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat program edukasi, pelatihan, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Aceh.


Penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam mengembangkan inisiatif bersama yang mencakup:

  • Pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM, khususnya di bidang ketenagalistrikan dan pelayanan publik.
  • Program literasi energi bagi masyarakat, pelajar, dan komunitas melalui pendekatan edukatif yang aplikatif.
  • Pendampingan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lokal.
  • Kolaborasi riset dan inovasi energi terbarukan bersama akademisi dan praktisi.


Direktur Dikara Institute, menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah wujud sinergi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem belajar yang berdampak dan menjawab kebutuhan zaman, terutama dalam transisi menuju energi bersih dan efisiensi layanan publik.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Lhokseumawe, mengungkapkan bahwa kemitraan ini diharapkan menjadi jalan untuk mendekatkan PLN dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif, serta menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya penggunaan energi secara bijak.


Harapan Ke Depan

Melalui MoU ini, Dikara Institute dan PLN UP3 Lhokseumawe berkomitmen untuk melahirkan program-program kolaboratif yang berdampak luas, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat sinergi antara sektor pendidikan dan pelayanan energi.

Dikara Institute dan UniMAP Jalin Kerja Sama Strategis Lewat Penandatanganan MoU

Doc.Dikara Institute

Dikara Institute resmi menandatangani Nota Persefahaman (MoU) dengan Fakulti Kejuruteraan Teknologi Elektrik, Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) sebagai langkah awal dalam menjalin kolaborasi strategis di bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Penandatanganan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pengembangan kapasitas, khususnya dalam menjawab tantangan dunia industri dan teknologi yang terus berkembang.

Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan berbagai program bersama, seperti:

  • Pelatihan dan workshop berbasis teknologi dan inovasi;
  • Pengembangan kurikulum dan konten pelatihan yang aplikatif;
  • Riset terapan dan pengabdian kepada masyarakat;
  • Program pertukaran pengalaman antar tenaga ahli dan mahasiswa.

Direktur Dikara Institute, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam membangun jejaring lintas negara yang tidak hanya memperkuat kapasitas kelembagaan, tetapi juga memperluas dampak manfaat kepada masyarakat luas.

Sementara itu, perwakilan UniMAP menyambut baik kerja sama ini sebagai peluang untuk memperluas kolaborasi internasional dan memperkaya pengalaman akademik serta praktik bagi mahasiswa dan dosen di bidang kejuruteraan teknologi elektrik. MoU ini diharapkan menjadi fondasi awal dari berbagai program inovatif dan berdampak yang akan dikembangkan secara berkelanjutan di masa mendatang.