Dikara Institute dan Fakulti Sains Gunaan & Kemanusiaan UniMAP Jalin Kolaborasi Akademik dan Pengembangan Kapasiti

Perlis, Malaysia – Dikara Institute dan Fakulti Sains Gunaan & Kemanusiaan, Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah awal dalam mempererat kerja sama lintas negara di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


MoU ini menandai komitmen kedua institusi untuk bersinergi dalam berbagai program kolaboratif, termasuk:

  • Pelatihan dan seminar internasional di bidang kemanusiaan, sosial, dan sains terapan;
  • Riset kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri;
  • Pertukaran pengetahuan dan tenaga ahli antara kedua institusi;
  • Penguatan program pengabdian masyarakat berbasis akademik dan dampak sosial.


Dalam sambutannya, Direktur Dikara Institute, menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata dari misi Dikara untuk memperluas akses dan kualitas pendidikan serta pengembangan kapasitas, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Dekan Fakulti Sains Gunaan & Kemanusiaan UniMAP, menyambut antusias kerja sama ini sebagai peluang untuk memperluas jaringan internasional serta memberikan pengalaman yang lebih kaya bagi dosen, mahasiswa, dan komunitas akademik UniMAP.


Dengan adanya MoU ini, kedua pihak berharap dapat bersama-sama menciptakan program-program inovatif yang berdampak luas bagi masyarakat, sejalan dengan prinsip pendidikan yang berorientasi pada kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.

Dikara Institute dan Pemkot Lhokseumawe Sepakat Perkuat Kapasitas SDM Lewat MoU Strategis

doc.dikara institute

Lhokseumawe – Dikara Institute dan Pemerintah Kota Lhokseumawe resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Kantor Wali Kota Lhokseumawe.

MoU ini menjadi tonggak awal sinergi antara lembaga pengembangan kapasitas dengan pemerintah daerah, dengan tujuan utama memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola pelayanan publik di Kota Lhokseumawe.

 

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup:

  • Pelatihan dan pengembangan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat desa;
  • Pendampingan program strategis berbasis data dan kebutuhan lokal;
  • Kolaborasi riset dan kajian kebijakan publik;
  • Edukasi masyarakat melalui program literasi digital, sosial, dan kewirausahaan.

 

Dalam sambutannya, Direktur Dikara Institute, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Lhokseumawe, turut mengapresiasi kerja sama ini dan berharap program yang dihasilkan dari MoU ini dapat mendorong inovasi serta mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di daerahnya. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal yang produktif dan berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem kolaboratif antara pemerintah daerah dan lembaga profesional berbasis pendidikan dan pelatihan.